Solusi Furniture Laboratorium #1 di Indonesia

Sertifikasi Laboratorium KAN vs Internasional: Apa Bedanya?

Ketika sebuah laboratorium ingin meningkatkan kredibilitasnya, langkah penting yang sering dipertimbangkan adalah mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa prosedur, alat, dan sistem manajemen laboratorium telah memenuhi standar tertentu—baik dari sisi teknis, operasional, maupun administratif.

Di Indonesia, laboratorium bisa memperoleh sertifikasi dari dua jalur utama: KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan lembaga sertifikasi internasional. Keduanya sah dan diakui, tapi memiliki cakupan dan tujuan yang sedikit berbeda.

Artikel ini akan membahas perbedaan antara sertifikasi KAN dan sertifikasi internasional secara objektif. Bukan untuk menentukan mana yang lebih unggul, tapi untuk membantu Anda memahami kapan dan mengapa masing-masing sertifikasi dibutuhkan, agar keputusan yang diambil selaras dengan kebutuhan laboratorium Anda.

Apa Itu Sertifikasi KAN dan Sertifikasi Internasional?

Sebelum membandingkan keduanya, mari kita kenali dulu definisi dan peran masing-masing sertifikasi:

Sertifikasi dari KAN

KAN adalah lembaga akreditasi resmi di Indonesia yang memberikan pengakuan terhadap kompetensi laboratorium berdasarkan standar internasional seperti ISO/IEC 17025 untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi, atau ISO 15189 untuk laboratorium medis. Sertifikasi dari KAN memiliki dasar hukum yang kuat dan berlaku secara nasional.

Akreditasi KAN banyak dibutuhkan untuk:

  • Kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia
  • Persyaratan tender proyek pemerintah atau BUMN
  • Validasi hasil uji untuk produk lokal

Sertifikasi Internasional

Sertifikasi ini diberikan oleh badan atau lembaga luar negeri, seperti A2LA (AS), UKAS (Inggris), JAS-ANZ (Australia–Selandia Baru), dan sebagainya. Prinsipnya serupa: mengakui bahwa sistem mutu dan teknis laboratorium memenuhi standar internasional yang berlaku global.

Sertifikasi internasional biasanya dibutuhkan untuk:

  • Klien atau mitra luar negeri
  • Ekspor produk yang memerlukan hasil uji berstandar global
  • Kolaborasi riset multinasional

Baca: Apa itu SNI 6197:2020? Yang Wajib Anda Ketahui

Perbandingan Kelebihan Sertifikasi KAN dan Sertifikasi Internasional

Baik sertifikasi dari KAN maupun internasional memiliki kelebihan masing-masing, tergantung pada konteks penggunaannya. Berikut perbandingan beberapa aspek penting yang dapat membantu Anda memahami perbedaan keduanya secara objektif:

1. Pengakuan Hukum dan Regulasi

  • KAN: Diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia. Laboratorium yang memiliki akreditasi dari KAN biasanya lebih mudah memenuhi persyaratan administratif untuk tender, izin usaha, atau pengawasan lembaga regulasi nasional.
  • Internasional: Meskipun mengacu pada standar global yang sama, sertifikasi dari lembaga luar negeri tidak selalu menjadi pengganti legal formal di Indonesia. Namun, sertifikasi ini sangat dihargai di lingkup kerja sama lintas negara dan bisnis ekspor.

2. Cakupan Pengakuan

  • KAN: Fokus utamanya adalah pengakuan dalam skala nasional. Namun, karena KAN merupakan anggota penuh ILAC (International Laboratory Accreditation Cooperation), hasil sertifikasinya juga bisa diakui secara internasional dalam kerangka MRA (Mutual Recognition Arrangement).
  • Internasional: Umumnya diakui lebih luas untuk keperluan global, terutama jika klien atau mitra kerja berasal dari luar negeri yang terbiasa bekerja dengan lembaga akreditasi negara mereka.

3. Relevansi Pasar

  • KAN: Cocok untuk laboratorium yang fokus melayani pasar domestik—misalnya untuk industri makanan, farmasi, konstruksi, atau pengujian lingkungan yang mengikuti standar nasional.
  • Internasional: Lebih sesuai untuk laboratorium yang menjadi bagian dari rantai pasok global, pengujian ekspor-impor, atau laboratorium riset yang sering terlibat dalam proyek lintas negara.

4. Biaya dan Proses

  • KAN: Proses sertifikasi KAN biasanya lebih terjangkau secara biaya dan lebih familiar bagi tim di Indonesia. Tim auditor berasal dari dalam negeri dan memahami konteks lokal.
  • Internasional: Sertifikasi dari lembaga luar bisa memerlukan biaya lebih tinggi, proses komunikasi yang lebih kompleks, dan kemungkinan kunjungan auditor dari luar negeri. Namun, ini sepadan jika laboratorium memang menargetkan mitra kerja global.

Baca: Keuntungan Pembelian Alat Lab dalam Jumlah Besar

Hal-hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengajukan Sertifikasi Lab

Terlepas dari pilihan Anda—sertifikasi KAN maupun internasional—ada beberapa hal penting yang perlu disiapkan agar proses sertifikasi berjalan lancar dan sesuai standar:

1. Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu

Pastikan laboratorium Anda memiliki dokumen lengkap terkait sistem manajemen mutu, termasuk prosedur operasional standar (SOP), kebijakan mutu, manual mutu, serta catatan kalibrasi alat. Dokumen-dokumen ini akan menjadi dasar dalam proses audit sertifikasi.

2. Validasi dan Kalibrasi Alat

Semua peralatan utama yang digunakan dalam pengujian harus sudah divalidasi dan dikalibrasi secara berkala. Jika laboratorium Anda baru dibangun atau sedang renovasi, bekerja sama dengan distributor alat laboratorium yang memahami standar akreditasi dapat sangat membantu.

3. Tata Ruang dan Alur Kerja

Tata letak ruang laboratorium harus mendukung alur kerja yang logis dan aman. Misalnya, pemisahan ruang bersih dan ruang kotor, alur sampel masuk hingga keluar, hingga pengelolaan limbah. Jika Anda masih dalam tahap perencanaan, layanan desain laboratorium kami dapat membantu menyesuaikan layout dengan kebutuhan akreditasi.

4. Kualifikasi SDM

Tim laboratorium perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan ruang lingkup pengujian. Ini mencakup pendidikan, pelatihan, serta pemahaman terhadap standar akreditasi yang berlaku.

Dengan persiapan yang matang sejak awal, proses sertifikasi tidak hanya lebih mudah, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kredibilitas jangka panjang laboratorium Anda.

Baca: Kelebihan Desain Lab Sesuai SNI 19-0237-2005 (Sistem Listrik)

Kesimpulan: Pilih Sertifikasi Sesuai Arah dan Skala Laboratorium Anda

Baik sertifikasi dari KAN maupun lembaga internasional, keduanya memiliki tempat dan manfaat masing-masing. Yang terpenting adalah menyesuaikan pilihan dengan tujuan operasional dan pasar yang ingin dijangkau oleh laboratorium Anda.

  • Jika Anda berfokus pada layanan uji domestik, legalitas usaha di Indonesia, atau tender pemerintah, maka sertifikasi dari KAN sangat relevan dan praktis untuk kebutuhan tersebut.
  • Sebaliknya, jika laboratorium Anda berperan dalam ekspor produk, pengujian lintas negara, atau kolaborasi riset global, maka sertifikasi internasional bisa menjadi pelengkap yang sangat bernilai.

Beberapa laboratorium memilih untuk memiliki keduanya secara bertahap, agar fleksibel dan siap diakui dalam berbagai konteks—baik nasional maupun internasional.

Jika Anda sedang merancang laboratorium baru atau menyiapkan laboratorium yang sudah ada untuk proses sertifikasi, tim kontraktor laboratorium kami dapat membantu sejak tahap desain, pemilihan alat, hingga pengaturan alur kerja yang siap audit. Dengan perencanaan yang tepat, proses sertifikasi bukan hanya jadi formalitas, tapi investasi jangka panjang dalam kualitas.

Get a Quote
Dari desain, konstruksi, hingga alat lab, kami siap men-support!