Solusi Furniture Laboratorium #1 di Indonesia

Checklist Bulanan untuk Furniture Lab: Perhatikan Hal Ini!

Furniture laboratorium bukan hanya sekadar meja dan rak—ia adalah bagian penting dari workflow harian Anda. Bila satu laci macet atau rak mulai goyah, efisiensi dan keselamatan bisa terganggu.

Karena itu, checklist bulanan furniture lab wajib dijalankan. Bukan hanya untuk menjaga estetika, tapi juga untuk memastikan semua berjalan aman, stabil, dan sesuai fungsi.

Artikel ini merangkum poin-poin yang harus Anda periksa setiap bulan agar perawatan furniture laboratorium jadi lebih terstruktur dan hemat biaya perbaikan di masa depan.

1. Periksa Kebersihan Furniture Laboratorium

Kebersihan adalah langkah pertama dalam perawatan furniture laboratorium. Debu, tumpahan bahan kimia, atau kelembapan bisa mempercepat kerusakan material—terutama pada permukaan meja, rak, dan kabinet.

Yang perlu dilakukan:

  • Bersihkan permukaan meja dan rak dengan pembersih non-abrasif.
  • Gunakan kain microfiber untuk menghindari goresan halus.
  • Pastikan tidak ada residu bahan kimia yang tertinggal, terutama di area kerja aktif.

Dengan menjaga kebersihan, Anda tidak hanya memperpanjang umur furniture, tapi juga menjaga standar sanitasi dan keselamatan di laboratorium.

Baca: Apa Itu Biosafety Level (BSL) dan Mengapa Ini Penting untuk Laboratorium di Indonesia?

2. Cek Keamanan dan Stabilitas Furniture

Meja kerja atau rak yang tidak stabil bukan hanya mengganggu, tapi juga berbahaya. Dalam lingkungan laboratorium, sedikit getaran bisa memengaruhi akurasi alat atau bahkan menyebabkan kecelakaan.

Checklist-nya sederhana:

  • Goyangkan meja dan rak—apakah terasa goyah?
  • Periksa baut, sekrup, dan pengikat. Kencangkan jika perlu.
  • Pastikan kaki meja tidak retak atau bengkok.

Furniture lab yang terawat harus mampu menopang alat berat dan tetap kokoh saat digunakan setiap hari.

3. Pastikan Fungsi Laci dan Pintu Berfungsi dengan Baik

Laci yang macet atau pintu yang susah ditutup bukan cuma bikin frustasi—itu tanda awal kerusakan yang bisa lebih serius jika dibiarkan.

Yang perlu diperiksa:

  • Pastikan semua laci bisa dibuka-tutup dengan lancar.
  • Cek rel dan engsel, beri pelumas jika terasa seret.
  • Uji handle dan pengunci: pastikan tidak longgar atau patah.

Jika dibiarkan, pemeliharaan furniture lab bisa berubah jadi biaya penggantian. Cegah sebelum telanjur.

Baca: Cara Menghilangkan Noda Asam pada Furniture Lab

4. Periksa Kondisi Material dan Lapisan Furniture

Material furniture laboratorium harus tahan terhadap bahan kimia, panas, dan kelembapan. Tapi seiring waktu, lapisan pelindung bisa aus, retak, atau mengelupas.

Hal yang perlu Anda cek:

  • Apakah ada goresan, retakan, atau korosi pada permukaan?
  • Apakah lapisan anti-kimia masih utuh dan tidak mengelupas?
  • Untuk furniture berbahan kayu atau metal, cek tanda pembusukan atau karat.

Kerusakan material bisa mengganggu estetika dan fungsi, bahkan memengaruhi hasil pengujian. Checklist bulanan furniture lab ini akan membantu Anda menangkap masalah sejak awal.

Baca: Furniture Modular vs Fixed: Pilih Mana untuk Laboratorium Anda?

5. Evaluasi Keberadaan Alat Pelindung

Beberapa furniture laboratorium dilengkapi pelindung tambahan—seperti alas tahan panas, lapisan anti-kimia, atau pelindung kaca. Elemen-elemen ini sering diabaikan, padahal fungsinya sangat penting.

Langkah evaluasi cepat:

  • Pastikan alas pelindung masih utuh dan tidak meleleh atau sobek.
  • Periksa lapisan tahan kimia—apakah ada perubahan warna atau tekstur?
  • Ganti segera jika pelindung tidak lagi berfungsi optimal.

Alat pelindung yang baik akan memperpanjang umur furniture dan menghindarkan Anda dari kerusakan akibat bahan berbahaya.

6. Rencanakan Pemeliharaan Lanjutan atau Perbaikan Jika Diperlukan

Pengecekan tidak cukup tanpa tindak lanjut. Jika ada kerusakan kecil yang ditemukan, segera buat catatan dan jadwalkan perbaikan—jangan tunggu sampai furniture tidak bisa digunakan.

Yang perlu Anda lakukan:

  • Buat daftar item yang perlu diperbaiki atau diganti.
  • Tentukan apakah butuh bantuan teknisi atau cukup ditangani internal.
  • Dokumentasikan temuan untuk keperluan audit atau maintenance berikutnya.

Perawatan rutin akan lebih murah dibanding penggantian menyeluruh. Jika Anda menemukan furniture yang tidak lagi layak, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan desain ulang ruang lab secara total.

Baca: Memahami Standar Keselamatan Laboratorium ISO 17025 di Indonesia

Penutup: Perawatan Kecil, Dampak Besar

Checklist bulanan furniture lab bukan beban tambahan—ini investasi jangka panjang. Furniture yang bersih, stabil, dan fungsional akan menunjang keselamatan kerja dan produktivitas tim laboratorium Anda.

Jika Anda ingin lebih dari sekadar pemeliharaan, tim Labfurnitureindonesia.com siap membantu merancang ulang fasilitas Anda melalui layanan turnkey project laboratorium. Mulai dari layout hingga instalasi furniture, semua ditangani secara profesional dan sesuai standar keselamatan kerja.

Share:
Get a Quote
Dari desain, konstruksi, hingga alat lab, kami siap men-support!